Pages

Rabu, 09 November 2011

TUGAS SOFT SKILL - PERENCANAAN DAN WEWENANG.


       Dalam menyusun program tentunya dibutuhkan suatu perencanaan yang baik agar program dapat berjalan dengan baik dan sampai pada tujuan yang akan diharapkan. Oleh sebab itu dalam merencanakan suatu ahli haruslah pandai memanajemen sehingga setelah merencanakan, dapat dilanjutkan dengan pengorganisasianpelaksanaan dan yang terakhir adalah pengawasan. Seseorang yang akan menyusun program haruslah menguasai dan memiliki skill manajemen yang baik, serta mengerti tentang fungsi manajemen program. Fungsi manajemen sendiri dapat diartikan sebagai elemen-elemen dasar yang akan selalu ada dan melekat di dalam proses manajemen yang akan dijadikan acuan oleh manajer dalam melaksanakan kegiatan untuk mencapai tujuan. Orang yang akan merencanakan sebuah program haruslah bertindak sebagai manajer, manajer bagi dirinya sendiri, manajer bagi tim dan manajer bagi program tersebut. Karena seorang manajer bertugas untuk mengarahkan dan mengelola fungsi-fungsi manajemen agar apa yang diprogramkan mencapai tujuan.

Berikut adalah skema tahapannya :

Perencanaan ---------> Organisasi ---------> Pelaksanaan ----------> Pengawasan

Namun yang akan dijelaskan hanyalah tentang perencanaan ( maklum ini tugas hahaha )

Perencanaan (Planning)

Menurut para beberapa para ahli perencanaan dapat didefinisikan sebagai berikut :
Terry dalam bukunya Principle Of Management mengatakan bahwa perencanaan adalah suatu proses pemilihan dan menghubung-hubungkan fakta serta menggunakannya untuk menyusun asumsi-asumsi yang diduga bakal terjadi dimasa mendatang, untuk kemudian merumuskan kegiatan-kegiatan yang isusulkan untuk tercapainya tujuan yang diharapkan.
Venogopal mengatakan bahwa perencanaan adalah suatu prosedur kerja bersama-sama masyarakat dalam upaya untuk merumuskan masalah (keadaan-keadaan yang belum memuaskan) dan upaya pemecahan yang mungkin dapat dilakukan demi tercapainya tujuan dan sasaran yang ingin dicapai.
Muller mengatakan bahwa perencanaan adalah upaya sadar yang dirancang atau dirumuskan guna tercapainya tujuan (kebutuhann, keinginan, minat) msyrakat untuk siapa program tersebut ditujukan.
Cornell Martinez mengatakan pembangunan (pedesaan) yang efektif bukanlah semata-mata karena adanya kesempatan tetapi merupakan hasil dari penentuan pilihan-pilihan kegiatan bukab hasil “trial dan error” tetapi akaiba dari perencanaan yang baik.

Berbagai batasan penting tentang planning dari yang sederhana sampai kepada perumusan yang lebih rumit. Ada yang merumuskan dengan sangat sederhana, misalnya perencanaan adalah penentu serangkaian tindakan untuk mencapai suatu hasil yang diinginkan. Pembatasan yang agak kompleks merumuskan perencanaan sebagai penetapan apa yang harus di capai, bila hal itu dicapai, dimana hal itu harus dicapai, bagaimana hal itu harus dicapai, siapa yang bertanggungjawab, dan penetapan mengapa hal itu harus dicapai. Hampir sama dengan pembatasan terakhir dimana perumusan perencanaan merupakan penetapan jawaban kepada keenam pertanyaan berikut :
  1. Tindakan apa yang harus dikerjakan?
  2. Apakah sebabnya tidakan itu harus dikerjakan?
  3. Dimanakah tindakan itu harus dikerjakan ?
  4. Kapankah tindakan itu dilaksanakan ?
  5. Siapakah yang akan mengerjakan tindakan itu ?
  6. Bagaimanakah caranya melaksanakan tindakan itu?

Fungsi Perencanaan

Sesungguhnya fungsi perencanaan bukan saja menetapkan hal-hal seperti tersebut diatas, tetapi juga dalam fungsi perencanaan sudah termasuk didalamnya penetapan budget. Oleh karenanya lebih tepat bila perencanaan atau planning dirumuskan sebagai penetapan tujuan,policy, prosedur, budget, dan program suatu organisasi. Jadi fungsi planning termasukbudgeting yang dimaksudkan fungsi manajemen dalam menetapkan tujuan yang ingin dicapai oleh organisasi, menetapkan peraturan-peraturan dan pedoman-pedoman pelaksanaan yang harus dituruti, dan menetapkan ikhtisar biaya yang diperlukan dan pemasukan yang diharapkan akan diperoleh dari rangkaian tindakan yang akan dilakukan.

WEWENANG.
Apa syarat agar wewenang dapat ditaati oleh bawahan :

Wewenang adalah hak untuk melakukan sesuatu atau memerintah orang lain untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu agar mencapai tujuan tertentu. Namun, tak selamanya wewenang dilakukan dengan baik oleh bawahan, karena itu diperlukan suatu paksaan atau kekuatan yang menyebabkan si bawahan akan melaksanakannya dengan baik, salah satunya adalah kekuasaan. Kekuasaan adalah kemampuan untuk melakukan hak tersebut dengan cara mempengaruhi individu, kelompok, keputusan. Menurut jenisnya kekuasaan dibagi menjadi dua yaitu :

- Kekuasaan posisi (position power) yang didapat dari wewenang formal, besarnya ini tergantung pada besarnya pendelegasian orang yang menduduki posisi tersebut.

- Kekuasaan pribadi (personal power) berasal dari para pengikut dan didasarkan pada seberapa besar para pengikut mengagumi, respek dan merasa terikat pada pimpinan.

Berikut adalah faktor kekuasaan yang menjadikan suatu wewenang dapat dipatuhi oleh bawahan :

- Kekuasaan balas jasa (reward power) berupa uang, suaka, perkembangan karier dan sebagainya yang diberikan untuk melaksanakan perintah atau persyaratan lainnya.
- Kekuasaan paksaan (Coercive power) berasal dari apa yang dirasakan oleh seseorang bahwa hukuman (dipecat, ditegur, dan sebagainya) akan diterima bila tidak melakukan perintah.
- Kekuasaan sah (legitimate power) Berkembang dari nilai-nilai intern karena seseorang tersebut telah diangkat sebagai pemimpinnya.
- Kekuasaan pengendalian informasi (control of information power) berasal dari pengetahuan yang tidak dipercaya orang lain, ini dilakukan dengan pemberian atau penahanan informasi yang dibutuhkan.
- Kekuasaan panutan (referent power) didasarkan atas identifikasi orang dengan pimpinan dan menjadikannya sebagai panutan.
- Kekuasaan ahli (expert power) yaitu keahlian atau ilmu pengetahuan seseorang dalam bidangnya.
Menurut David McClelland ada dua sisi wewenang, yaitu sisi positif ditandai dengan perhatian pada pencapaian tujuan bersama atau kelompok. Manajer disini berusaha mendorong bawahannya untuk mengembangkan kekuatan kekuatan dan kecakapannya, baik secara individu maupun kelompok. Sisi negative memandang bahwa dengan kekuasaan berarti menguasai orang lain yang lebih lemah, jadi memandang seseorang sebagai pesuruh saja.

Sisi Negatif dan Positif dari pemberian wewenang tersebut.

1.Sisi Positif


Sisi Positif dari pemberian wewenang adalah adanya tanggung jawab bagi si penerima wewenang untuk bisa mengatur bawahan-bawahannya agar bisa bekerja secara benar dan hasil yang memuaskan. si penerima wewenang juga dapat membuktikan kalau dia mampu menjalankan wewenag tersebut dengan benar,seperti memberikan perintah dan perintah tersebut dapat di terima oleh bawahannya.

2.Sisi Negatif
Sisi Negatif dari pemberian wewenang hanyalah penyalahgunaan wewenang seperti tidak dapat memerintahkan bawahan dengan benar yang mengakibatkan wewenang tersebut tidak berguna yang menyebabkan gagalnya suatu proyek yang diamanatkan terhadap pemegang wewenang tersebut..

0 komentar:

Poskan Komentar